
KISAH CATHLEA JENNY STEVIN - MAHASISWA STBA PRAYOGA
ATLET VOLLEY PERAIH EMAS
Dalam ajang PORPROV Sumatera Barat pada awal Oktober 2026 yang lalu, salah satu mahasiswa Semester VII STBA Prayoga bernama Cathlea Jenny Stevin yang sehari-hari disapa Jenny – mahasiswa dengan IPK 4,0 pada Semester Genap TA 2025/2026 yang lalu – bersama Tim Bola Volley Putri Indoor Kota Padang berhasil meraih medali emas, sebuah prestasi yang membanggakan dirinya, tim, dan Kota Padang. Berikut penuturan Jenny tentang pencapaian itu:
Pada tanggal 2–15 Oktober 2026, saya mendapatkan kesempatan untuk mewakili Kota Padang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sumatera Barat XVI di Batusangkar. Bersama Tim Bola Voli Putri Indoor Kota Padang, saya berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan Kota Payakumbuh di babak final dengan skor 3–0. Perjalanan saya hingga terpilih menjadi atlet bola volley dalam Tim Volley Kota Padang pada PORPROV kali ini dimulai pada bulan Mei 2026. Saat itu, Kota Padang mengadakan seleksi atlet melalui pertandingan antarklub di F-KAN Kuranji. Ada sekitar 60 pemain yang terpilih pada seleksi awal yang kemudian dilanjutkan ke 2 (dua) tahap seleksi lanjutan hingga akhirnya terpilih 13 pemain untuk mewakili Kota Padang. Saya adalah satu dari 13 orang itu. Pencapaian ini sangat berarti bagi saya karena sebelumnya saya juga pernah mengikuti PORPROV pada tahun 2018. Namun saat itu saya harus terhenti di babak penyisihan. Itulah sebabnya, keberhasilan meraih medali emas pada PORPROV Sumatera Barat tahun 2026 ini membawa kebahagiaan, kepuasan, dan rasa bangga tersendiri bagi saya. Saya tidak pernah bahwa akhirnya saya bersama tim bisa meraih prestasi pemuncak pada cabang Bola Volley pada PORPROV ini dan membawa pulang medali emas untuk Kota Padang tercinta. Prestasi ini juga terasa semakin istimewa karena menjadi pencapaian bersejarah bagi tim bola voli putri indoor Kota Padang setelah penanti panjang selama kurang lebih 30 tahun. Saya merasa sangat bangga sekaligus bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang berhasil meraih pencapaian tersebut.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Pengalaman pada tahun 2018 mengajarkan saya untuk terus berusaha, dan pencapaian kali ini menjadi pengingat bahwa setiap proses membutuhkan kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan. Saya berharap pengalaman ini dapat memotivasi teman-teman mahasiswa STBA Prayoga dan generasi muda pada umunya untuk berani mencoba serta mengembangkan potensi yang dimiliki, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Jangan takut gagal dan jangan mudah menyerah hanya karena sesuatu belum berhasil kita capai. Kita tidak pernah tahu sejauh mana kemampuan kita jika kita tidak berani dan tidak pernah mencobanya. Bagi saya, yang terpenting bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, dan komitmen yang kuat untuk memperjuangkan apa yang kita impikan.
